Menu

Mode Gelap
 

News · 31 Agu 2022 22:14 WIT ·

Pertamina Menduga Sebagian Pengecer di Ternate Menjual Pertamax Oplosan


 Pertamina Menduga Sebagian Pengecer di Ternate Menjual Pertamax Oplosan Perbesar

TERNATE – Setelah melakukan pemantauan lapangan, PT Pertamina melalui Fuel Terminal Ternate, menduga sebagian Pertamax yang dijual pengecer di Kota Ternate adalah hasil oplosan.

Hal itu diungkapkan pihak Fuel Terminal Ternate dengan Kapolda Maluku Utara Irjen Pol Risyapudin Nursin, Rabu 31 Agustus 2022 di Kantor Fuel Terminal Ternate di Kelurahan Jambula Kecamatan Pulau Ternate.

Kepada wartawan seusai pertemuan, Manager Fuel Terminal Ternate, Sebedius Pangandahan mengatakan dugaan itu berdasarkan pengamatan terhadap warna Pertamax yang dijual pengecer melalui botol kemasan tampak seperti oplosan.

“Yang kita lihat itu hanya secara visual saja,” ujar dia.

Hal yang sama disampaikan oleh Officer Security, Dwi Hartanto, yang sementara menjabat sebagai Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) Fuel Terminal Ternate.

Dia melihat warna Pertamax di beberapa depot pengecer berbeda-beda dan tampak tak lazim.

“Pertamax warnanya beda, ada yang terlalu hijau dan ada yang bening. Analisa kami itu oplosan,” tutur Dwi.

Manager Fuel Terminal Ternate, Sebedius Pangandahan (Memakai Kacamata) dan Officer Security, Dwi Hartanto

Meski begitu, Pertamina masih membutuhkan uji laboratorium untuk membuktikannya.

Menanggapi hal tersebut, Kapolda Malut, Irjen Pol Risyapudin Nursin mengatakan kepolisian tidak segan melakukan penindakan jika ditemui ada oknum yang sengaja melakukannya.

Dia juga menyarankan pihak Fuel Terminal Ternate memberikan sanksi kepada SPBU yang masih memprioritaskan pengecer. Sanksi itu misalnya berupa mengurangi stok dan bahkan menghentikan kegiatan SPBU.

Kapolda juga meminta Pemkot Ternate ikut memberikan andil dalam pengawasan, misalnya mengarahkan Sat Pol PP bergerak bersama-sama polisi. Dia akan meminta Kapolres Ternate mengkoordinasikan langkah itu ke Pemkot Ternate.

“Kan harus dilaksanakan pemerintah daerah juga kan, dengan Satpol PP nya, dengan Satgasnya, supaya stoknya aman dan tidak dimanfaatkan oleh oknum-oknum tertentu,”kata kapolda.

Artikel ini telah dibaca 270 kali

Baca Lainnya

Pemprov Malut Kena Prank 800 Miliar dari Pemerintah Pusat

7 Desember 2022 - 00:26 WIT

Kadis PUPR Malut: Kolaborasi Penting Untuk Capai Target Pembangunan Infrastruktur Malut

5 Desember 2022 - 20:51 WIT

Foto Bersama Perayaan HARBAK PU ke 77 di Dinas PUPR Provinsi Maluku Utara

Tahun 2022 PUPR Malut Bangun Jalan 1.276 Kilometer

3 Desember 2022 - 21:21 WIT

Pembangunan Irigasi di Malut Sudah Melampaui Target RPJMD 2024

3 Desember 2022 - 21:16 WIT

KRI Bima Suci Ikut Meriahkan Rangkaian Festival Kora-Kora

28 November 2022 - 01:39 WIT

Pemerintah Pusat Setujui Dana 680 Miliar Untuk Bandara Loleo

26 November 2022 - 23:11 WIT

Trending di News