TERNATE — Wali Kota Ternate M Tauhid Soleman, pada hari Minggu 20 November 2022 akan menyerahkan 50 unit armada pengangkut sampah untuk kelurahan dalam kecamatan: Ternate Tengah, Ternate Selatan dan Ternate Utara, untuk memfasilitasi program pengelolaan sampah berbasis partisipasi.
Kendaraan roda tiga jenis Kaisar itu saat ini diparkir di halaman eks Kantor Wali Kota Ternate dan diserahkan dalam rangkaian Hari Jadi Ternate ke-772.
“Jadi Pak Wali Kota itu, skemanya ada pembagian doorprize di Kantor Wali Kota, kemudian ada jalan sehat. Kaisar atau armada sampah itu nanti torang kase bajalan rame-rame, untuk gerakan kampanye sadar sampah. Jadi sepanjang jalan itu ada orang-orang membentuk barisan panjang yang sedang memegang tumpukan sampah di kantong dan langsung buang ke armada tersebut,” ujar Kepala Bappelitbangda Kota Ternate, Rizal Marsaoly, Senin, 14 November 2022.
Operator armada Kaisar itu akan diundang dalam penyerahan tersebut.
Risal mengatakan awalnya Bapelitbangda merencanakan pengadaan 100 unit armada Kasiar, dengan anggaran Rp 5 miliar pada tahun ini, namun yang terakomodir baru separuhnya.
“Kami usulkan 100 unit nilainya 5 miliar, hanya yang diberikan 50 unit. Artinya, hanya setengah dari anggaran awal. Sehingga alokasi yang dibikin jadi dua tahap. Tahap satu sebesar 2,5 miliar dan tahap dua di tahun depan 2,5 miliar juga.”
Dia menjelaskan, nantinya armada Kaisar itu dioperasikan oleh dua operator dengan sistem shift.
“Dengan asumsi satu armada ini bisa melayani dua RT dalam satu kelurahan. Operator kerja pada shift pertama jam 6 sampai 10 pagi, dan shift kedua dari jam 3 sampai 6 sore, dan dibuang ke trans depo,” terangnya.
Namun di shift yang kosong, warga masih bisa mengorder dengan cara menghubungi operator melalui nomor telpon yang tercantum pada armada Kaisar. Selain itu ada empat petugas yang melakukan patroli sampah untuk memonitor sampah-sampah pada tiap trans Depo sampah, sebanyak 4 unit. Unit di Kelurahan Takoma, baru dibangun pada akhir tahun ini.
Untuk jumlah trans depo di Kota Ternate ada 4 unit, tetapi untuk 1 unit di Kelurahan Takoma baru akan dibangun akhir tahun ini.
“Kalau yang tiga unit kan masuk di APBD Induk tahun 2022, nah yang sisa satuunit di Takoma itu masuk di APBD Perubahan tahun 2022,” imbuhnya.
Dia menambahkan, setelah diserahkan, maka armada itu menjadi asetnya Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Ternate.
Terpisah, Kepala Bidang Persampahan, Dinas Lingkungan Hidup Kota Ternate, Asmal Lahiaro mengatakan, tupoksi DLH hanya sebatas mendampingi pengoperasiannya.
“Setelah pembagian, saya selaku Kabid paling saya hanya menerima masukan dari para camat-camat saja,” ujar Asmal.
Dengan begitu, dirinya akan meminta para camat memberikan peta pengoperasian armada Kaisar supaya pengawasan DLH terhadap kinerja armada kaisar di titik yang tak dijangkau truk sampah berjalan optimal.
Lebih lanjut dia menjelaskan, terkait banyaknya produksi sampah diantara kecamatan itu bisa dilihat dengan kepadatan jumlah penduduknya, terbanyak di Kecamatan Ternate Tengah, kemudian Ternate Selatan dan ketiga Ternate Utara.
“Kalu kita mau ukur, yang paling besar itu Ternate Tenga, dalam Satu hari itu bisa 25-30 ton, sementara Ternate Selatan itu 15 ton dan Ternate Utara itu 10 ton ke bawah,” jelas dia.
Sedangkan setiap harinya volume sampah yang diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Takome, rata-rata lebih dari 80 ton.







